KTRINDONESIA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersedia bertemu dengan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kini telah kembali ke pangkuan NKRI.
“Memang benar Presiden beberapa waktu lalu menyatakan bersedia menemui mantan KKB yang sudah sadar dan ingin bersama saudaranya membangun daerah. Namun mereka atau mantan KKB itu harus benar-benar tidak lagi menebar aksi teror bersenjata,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, Jumat (24/12/2021).
Pihaknya juga telah meminta tokoh agama turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada KKB, agar mereka tidak lagi mengganggu warga dan aparat keamanan, tetapi juga aktif membangun daerahnya.
“Peran tokoh agama sangat penting karena kelompok yang belum sepaham dengan kita bila terus didekati, saya yakin suatu saat mereka akan sadar, apalagi Polda Papua membuat terobosan dengan merekrut 2.000 bintara melalui Program Bintara Noken yang dibiayai melalui dana otonomi khusus,”bebernya.
Saat ini kata dia, dari 2.000 calon bintara itu telah dilantik 1.998 orang yang nantinya ditugaskan di daerah asal mereka atau polres dimana mereka mendaftar.
Dua siswa bintara polisi yang tidak dilantik itu seorang di antaranya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jambi.
Kehadiran bintara noken diharapkan menjadi jembatan yang akan membuat keluarga mereka yang selama ini masih berseberangan mau kembali ke pangkuan NKRI dan meletakkan senjatanya. “Sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan,” tutup Fakhiri.

Berita Lainnya
Jejak Administrasi Bermasalah: Kisah Tanah Warisan yang Kini Menjadi Lokasi Bintaro Xchange
Tiga Kali Kirim Surat, Inspektorat ATR/BPN RI Belum Tanggapi Permohonan Audit HGB 2168 dan 2308 Milik PT Jaya Real Property Tbk
Mall Bintaro Xchange Berdiri di Atas Lahan Sengketa, Keabsahan Hak Atas Tanah Dipertanyakan