KTRINDONESIA – Positivity rate Corona di Indonesia mencetak rekor terendah yaitu 3,05 persen. Namun, Kementerian Kesehatan RI mengingatkan varian Delta masih mendominasi di tengah laju penularan COVID-19 yang sangat rendah.
Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kasus positif Corona masih belum serendah Maret lalu. Ia juga sebelumnya menyebutkan beberapa provinsi belum memperbarui data kasus Corona lebih dari 21 hari.
“Kalau kita lihat varian Delta masih varian yang mendominasi, kita lihat angka positif kita dan angka kematian belum mencapai angka serendah sebelumnya di Maret,” jelas dr Nadia kepada detikcom Senin (13/9/2021).
Maka dari itu, Nadia menegaskan masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan protokol kesehatan COVID-19.
“Kita tetap harus waspada walau laju penularan sudah sangat rendah. Tapi kita melihat jumlah orang yang terpapar juga masih cukup banyak,” sambung dr Nadia.
Sementara pakar epidemiologi Universitas Griffith Dicky Budiman menilai angka positivity rate 3,05 persen jika diturunkan ke banyak provinsi akan bervariasi dan banyak perbedaan.
“Akan ada yang bagus sekali (positivity rate-nya) atau buruk sekali. Kita jangan melihat dari level nasional karena Indonesia berbeda dengan negara daratan, kalau Singapura ya positivity rate segitu ya jelas menggambarkan satu negaranya,” sebut Dicky saat diwawancara terpisah, Senin (13/9/2021).

Berita Lainnya
Jejak Administrasi Bermasalah: Kisah Tanah Warisan yang Kini Menjadi Lokasi Bintaro Xchange
Tiga Kali Kirim Surat, Inspektorat ATR/BPN RI Belum Tanggapi Permohonan Audit HGB 2168 dan 2308 Milik PT Jaya Real Property Tbk
Mall Bintaro Xchange Berdiri di Atas Lahan Sengketa, Keabsahan Hak Atas Tanah Dipertanyakan